Jakarta Running Festival 2026 Sudah di depan mata! Nutrisi dan Persiapan Ini Jadi Kunci Finish Strong
Beberapa Hari lagi, gelaran JRF 2026 akan meramaikan weekend di Jakarta, yang diperkirakan akan diikuti 37.000 peserta, jangan sampai kamu gagal finish karena kamu melewati tips-tips berikut.
Tinggal menghitung beberapa hari lagi, Event JRF 2026 akan dihelat di Jakarta pada akhir pekan ini 24 - 25 Oktober, diperkirakan sendiri akan diikuti oleh 37.000 Pelari dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari pelari mancanegara. Ajang ini cukup bergengsi bagi kalangan pelari, mengingat JRF sendiri sudah mengantongi label road race yang diakui, terkhususnya di bagian Half marathon, yang mana baru saja dinobatkan sebagai Half Marathon pertama di Indonesia yang meraih Gold Label dari World Athletics.
Para Peserta dan kamu yang akan ikut dalam event ini tentunya sudah mempersiapkan dengan matang berbulan - bulan sebelumnya untuk persiapan fisik dan juga latihan berbagai exercise running agar bisa finish strong di akhir. Tapi jangan lupa mengingat hari yang kian dekat ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dengan baik agar jadi kunci kita menuju Finish Strong.
1. Tapering - Kunci Sukses agar kamu tidak kalah duluan sebelum Race Day
Sebagai langkah praktis, pelari dapat mulai mengurangi durasi dan intensitas latihan pada hari-hari terakhir menjelang perlombaan. Hindari latihan interval berat, sprint, atau mencoba program latihan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sebagai gantinya, lakukan easy run berdurasi singkat sesuai kebiasaan atau manfaatkan waktu untuk beristirahat. Jangan lupa untuk melakukan peregangan ringan sesuai kebutuhan agar tubuh tetap nyaman tanpa menambah beban fisik menjelang race day.
2. Maksimalkan Istirahat dan Recovery Tubuh
Untuk memaksimalkan pemulihan, usahakan tidur selama 7–9 jam setiap malam, terutama beberapa hari sebelum perlombaan. Mulailah membiasakan tidur lebih awal dan kurangi penggunaan gadget menjelang waktu istirahat. Selain itu, siapkan seluruh perlengkapan lomba seperti sepatu, jersey, nomor BIB, dan kebutuhan pribadi sejak malam sebelumnya agar tidak terburu-buru pada pagi hari. Pastikan juga kebutuhan cairan tubuh tercukupi sepanjang hari dengan minum secara teratur tanpa berlebihan.
3. Penuhi Asupan Nutrisi untuk Mendukung Performa Tubuh
Menjelang race day, prioritaskan makanan bergizi seimbang dengan sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, atau oatmeal untuk membantu memenuhi kebutuhan energi. Lengkapi dengan sumber protein seperti telur, ikan, atau ayam, serta sayur dan buah sesuai toleransi pencernaan. Pada pagi hari sebelum lomba, konsumsi makanan yang sudah terbiasa dikonsumsi sekitar 1–4 jam sebelum berlari, dengan menyesuaikan porsi dan waktu terhadap kenyamanan tubuh. Hindari mencoba makanan, minuman, atau suplemen baru menjelang perlombaan karena berisiko menimbulkan gangguan pencernaan.
Nutrisi Sendiri bagi pelari kadang tidak terlalu diperhatikan karena kita merasa dengan latihan yang intens saja cukup, akan tetapi Nutrisi ini sendiri memiliki peranan penting agar bisa finish saat raceday, salah satu nutrisi yang perlu kita penuhi yaitu adalah kalsium, yang menjadi dasar asupan kita untuk menutrisi tulang agar kuat selama berlari di Jakarta Running Festival. Salah satu yang kamu bisa coba tentunya adalah Susu Vivagoat, dengan manfaat utama meningkatkan kesehatan tulang,berkat formulasi herbal terbaik di dalamnya dari Madu, Jahe, Kayu Manis yang dipadukan bahan utama Susu Kambing, kalian bisa dapatkan dengan mudah melalui Lestari Herbal Nusantara.
Tentunya, susu tetap menjadi pelengkap pola makan bergizi seimbang, bukan pengganti kebutuhan makanan utama atau strategi nutrisi khusus selama perlombaan.
Jadi, bagi kamu yang akan berpartisipasi dalam Jakarta Running Festival 2026, pastikan persiapan tidak hanya berfokus pada latihan fisik, tetapi juga istirahat yang cukup dan pemenuhan nutrisi. Karena finish strong bukan hanya soal mencapai garis finis, tetapi juga bagaimana tubuh tetap terjaga selama menjalani setiap kilometer.
Informasi pada halaman ini tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga kesehatan.
